Hati-Hati Berdoa

Seekor kecoa melipir menghindari ketiak Kenya Derma yang sedang telentang. Kecoa itu menyusuri sisi kanan tubuh Kenya Derma sampai pada persimpangan pantatnya. Mampir sebentar di sana lalu pergi menjauh dari tubuh perempuan itu. Barangkali aroma pantat Kenya Derma kelewat busuk bagi kecoa itu. Kenya Derma tak terusik sama sekali oleh kecoa itu. Burung yang mengayun di sela pahanya kelewat merdu sampai membuatnya tak acuh pada apapun di sekelilingnya. Kenya Derma melenguh seirama dengan ayunan burung Maas Kenton. Seratus dua puluh dua ayunan lalu muncrat. Gulali cair lumer di selangkangan Kenya Derma, Maas Kenton merayakan itu dengan melayangkan ciuman ke bibir Kenya Derma. Disusul senyum laki-laki yang sudah hampir tiga bulan tidak menjamah tubuh perempuan.

Maas Kenton beralih ke sisi Kenya Derma. Telentang sambil mengelus-elus surai kemaluannya. Lembut, pikirnya. Padahal sejatinya kering dan kusut, seperti burungnya yang sudah dimakan umur. Kenya Derma mengelus-elus lubang kemaluannya. Tambah satu sentimeter, pikirnya sambil mengingat diameter terakhir bibir kemaluannya.

Dua bulan sebelum malam ini, Kenya Derma adalah perempuan idaman di kantornya. Empat teman kantornya berebut meraih hatinya. Maaf, tidur dengannya, maksud saya. Dan, keempatnya kesampaian meniduri Kenya Derma. Juga, keempatnya puas dan ingin mengulang lagi kenikmatan meniduri Kenya Derma.

***

Asma kinarya japa, kata orang Jawa. Nama adalah doa. Barangkali apa yang dilakukan Kenya Derma juga buah dari namanya. Kenya artinya gadis, perempuan. Sedangkan Derma, tentu saja pemurah, suka memberi. Sayang sekali doanya meleset, objek yang didermakan justru dirinya sendiri. Tapi sudahlahm jangan disesali, toh cuma cerita. Sesap dulu kopimu. Kalau mau, cerita ini akan kulanjutkan lain waktu.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *